Indralaya,
4 oktober 2016
...
Tak ada yang mudah dalam memutuskan, apalagi ini berkaitan dengan pergerakan dakwah.
Sudah kuakui, karena perantaraan tangan mereka aku bisa mengenyam nikmatnya bahkan dukanya di medan dakwah.
Tapi ada satu hal yang tak bisa dipungkiri.
KETELADANAN
Banyak orang bisa berkata benar.
Banyak orang yang mampu memberikan nasihat bijak
Tapi, tak banyak yang mampu jadi TELADAN.
Memang...
Memperbaiki dan diperbaiki adalah dua hal yang berjalan beriringan. Mau sampai kapan, kalau alibinya menunggu aku PANTAS?
Sampai maut menjelang pun belum tentu kita mampu berkata "aku pantas menerima amanah dakwah ini"
Ya...
Memang itu tak bisa dilupakan. Karena begitulah adanya.
Lagi-lagi perlu diingat, jalan dakwah ini suci. Jangan kau rusak ia dengan maksiat-masiat yabg kita lakukan. Jangan sampai kita menjadi penghalang datangnya pertolongan dari Allah.
Tidak ada yang sia-sia, begitu bunyi potongan ayat QS Ali imran ayat 191.
Tentunya, apapun itu yang sudah kita lakukan pastilah ada balasannya. Begitupun dinamika jalan dakwah ini.
Dakwah tak menuntut dirimu suci dahulu baru setelah itu kau terjun di jalan dakwah, melainkan dakwah mengizinkan kita yang merupakan lumbungnya khilaf ini untuk senantiasa ikhlas berjuang di jalan dakwah. Namun, dakwah tak mau dikotori oleh dosa-dosa kita.