Minggu, 04 Mei 2014

Hidrokarbon

Tugas Kelompok 7
1.      Ahmad Irfan                           NIM 06101181320001
2.      Citra Angraini                         NIM 06101281320009
3.      Eka Ranti Bendari                  NIM 06101181320023
4.      Maretha Dwi Aryani               NIM 06101181320032
5.      Nurul Hidayah                        NIM 06101281320017
6.      Ria Astuti                               NIM 06101181320010
7.      Wildan Tikto Rewaldi             NIM 06101181320014

1.      Apa yang dimaksud dengan gugus fungsi? Jelaskan dengan contoh?
Jawaban.
Gugus fungsi adalah bagian reaktif dari molekul yang melangsungkan reaksi dan hasinya dapat diramalkan.
Contohnya: ikatan ─C═C─ dalam senyawa alkena bereaksi dengan Br2 dan HBr pada rekasi adisi. Oleh karena itu, ikatan C═C tergolong gugus fungsi.

2.      Gambarkan struktur dan tuliskan nama salah satu senyawa dari
a.       Alkana, alkena, dan alkuna rantai lurus
Heksana: CH3─CH2─CH2─CH2─CH2─CH3
Heksena: CH3═CH─CH2─CH2─CH2─CH3
Heksuna: CH≡C─CH2─CH2─CH2─CH3

b.      Alkana, alkena, dan alkuna rantai bercabang
2-metil-heksana: CH3─CH─CH2─CH2─CH2─CH3

                                    CH3
4-metil-2-heksena: CH3─CH═CH2─CH─CH2─CH3

                                                            CH3
4-metil-2-heksuna: CH3─C≡C─CH─CH2─CH3

                                                   CH3

c.       Hidrokarbon alisiklik
Sikloheksana (C6H12) :


d.      Hidrokarbon siklik
Benzena (C6H6):


3.      Berdasarkan jawaban soal nomor 2, bandingkanlah berat molekul, titik didih, titik beku, dan kereaktifan senyawa tersebut ketika bereaksi dengan halogen!
Nomor
Nama Senyawa
Berat Molekul
Titik Didih
Titik Beku
Lurus
C6H14
86
690C
-950C

C6H12
84
630C
-1400C

C6H10
82
390C
-900C
Cabang
C7H16
100
980C
-910C

C7H14
98
930C
-1200C

C7H12
96
1000C
00C
Hidrokarbon alisiklik
C6H12
84
10-20K > dibanding alkana
-4.670C
Hidrokarbon siklik
C6H6
78
800C
5.500C
Keterangan: kereaktifan senyawa diatas ketika bereaksi dengan halogen adalah semakin banyak ikatan rangkap dalam suatu senyawa, maka semakin mudah bereaksi dengan halogen.
Alkana: kereaktifan senyawa alkana terhadap halogen rendah karena memiliki energi di setiap rantainya sama sehingga sukar beraksi. Alasan lain karena alkana merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh.
Alkena: kereaktifan alkena terhadap halogen menurun seiring dengan pertambahan nomor atom halogen.
Alkuna: memiliki kereaktifan lebih besar dibandingkan dengan kereaktifan alkena karena memiliki ikatan rangkap yang lebih banyak.
Hidrokarbon alisiklik: memiliki sifat kereaktifan mirip dengan alkana. Berarti ia sulit bereaksi dengan halogen.
Hidrokarbon siklik: Benzena, sulit bereaksi dengan halogen. Ia dapat bereaksi dengan halogen dengan bantuan katalis. Benzena juga hanya dapat dihidrogenasi pada suhu dan tekanan tinggi karena tingkat kestabilannya tinggi.

4.      Dari produk-produk berikut, mana yang merupakan senyawa hidrokarbon?
a.       Karpet                         : iya
b.      Botol plastik                : iya
c.       Gelas                           : tidak
d.      Pisau                            : tidak
e.       Styrofoam                   : tidak
f.       Pipa plastik                  : iya
g.      Pakaian                        : iya
h.      Kaca jendela               : tidak
i.        Keramik                      : tidak

Kimia Inti

Tugas Kelompok 7
1.      Ahmad Irfan                           NIM 06101181320001
2.      Citra Angraini                         NIM 06101281320009
3.      Eka Ranti Bendari                  NIM 06101181320023
4.      Maretha Dwi Aryani               NIM 06101181320032
5.      Nurul Hidayah                                    NIM 06101281320017
6.      Ria Astuti                                NIM 06101181320011
7.      Wildan Tikto Rewaldi                        NIM 06101181320014


1.      Apakah semua unsur kimia merupakan unsur radioaktif? Jelaskan.
Jawaban.
Tidak semua unsur kimia merupakan unsur radioaktif. Karena hanya unsur yang memiliki nomor atom lebih besar dari 83 merupakan unsur radioaktif

2.      Kapan suatu unsur radioaktif dinyatakan telah mencapai kestabilan inti? Jelaskan dengan contoh.
Jawaban.  
Suatu unsur dapat dinyatakan telah mencapai kestabilan inti adalah ketika unsur tersebut mengalami kesesuaian perbandingan neutron terhadap proton pada pita kestabilan. Inti atom yang tidak stabil tersebut akan memancarkan energi (disebut radiasi) untuk mencapai keadaan yang lebih stabil.
Nuklida atau inti yang tidak stabil itu sendiri terdiri dari dua kelompok yaitu sebagai berikut:
a.       Unsur-unsur inti ringan yaitu unsur yang mempunyai nomor atom kurang dari 20 (Z < 20).
b.      Unsur-unsur inti berat yaitu unsur yang mempunyai nomor atom lebih besar dari 83 (Z > 83).
Letak unsur-unsur ini pada pita kestabilan berada di atas maupun di bawah pita kestabilan.


Daerah di sekitar pita kestabilan, di mana terdapat inti-inti yang tidak stabil dapat dibagi dalam tiga daerah, yaitu seperti berikut:


a.      Inti ringan di atas pita kestabilan
Inti yang berada di daerah ini adalah inti yang memiliki Z < 83, atau daerah surplus neutron. Di daerah ini inti-inti mempunyai N/Z (perbandingan neutron dengan proton) besar. Untuk mencapai kestabilan inti, maka inti atom tersebut akan melakukan hal seperti berikut.
1)      Memancarkan neutron ()
Inti atom memancarkan neutron berarti terjadi pengurangan nomor massa tetapi nomor atom tetap.
Contoh :  à  +

2)      Memancarkan partikel elektron ()
Jika inti atom memancarkan elektron maka akan terjadi penambahan proton atau pengurangan neutron. Dalam hal ini, partikel neutron berubah menjadi proton disertai pemancaran elektron.
 à  +

Contoh :
 à  +

b.      Inti ringan di bawah pita kestabilan
Inti di daerah ini, Z < 83 dan N/Z (perbandingan neutron dan proton) kecil atau surplus proton. Untuk mencapai kestabilan inti, maka inti atom tersebut akan melakukan hal seperti berikut:
1)      Memancarkan positron ()
Oleh karena memancarkan positron maka akan terjadi pengurangan nomor atom sedangkan nomor massanya tetap. Proton berubah menjadi neutron dan memancarkan positron.
 à  +

Contoh :
 à  +

2)      Penangkapan elektron () pada kulit K
Dalam hal ini terjadi penangkapan elektron pada kulit yang terdekat dengan inti yaitu kulit K.
Contoh :
 +  à

c.       Daerah di atas pita kestabilan/Nuklida Berat (Z > 83)
Inti di daerah ini surplus neutron dan proton. Untuk mencapai kestabilan, inti memancarkan partikel alfa atau helium. Oleh karena itu, nomor atom akan berkurang dua sedangkan nomor massa berkurang empat.
Contoh :
 à  +
à  +