TUGAS
PERKEMBANGAN PESERTA DIDIK
·
Pengertian
Peserta Didik
·
Pengertian
Pertumbuhan dan Perkembangan
1.
Ayu
Lestari NIM.
06101281320008
2.
Nurul
Hidayah NIM.
06101281320017
3.
Septi
Andriani NIM. 06101181320005
Dosen
Pengasuh : Dra. Walamah Ishak
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.
Latar
Belakang
Peserta
didik berstatus sebagai subjek didik ( tanpa pandangan usia ) adalah subjek
atau pribadi yang otonom, yang ingin diakui keberadaannya. Selaku pribadi yang
memiliki ciri khas dan otonomi, ingin mengembangkan diri ( mendidik diri )
secara terus menerus guna memecahkan masalah-masalah hidup yang dijumpai
sepanjang hidupnya.
Dewasa ini
banyak para pendidik yang kurang perhatian dalam mempelajari pola pertumbuhan
maupun perkembangan peserta didik yang sebenarnya sangat berguna demi
kelancaran proses pembelajaran. Dengan kurang fahamnya pendidik dengan pola
pertumbuhan maupun perkembangan peserta didikinya maka akan terjadi beberapa
hambatan dalam proses pembelajaran seperti : kurang difahaminya materi yang
disampaikan pendidik.
Disamping
itu, kami membuat makalah ini dengan harapan agar penulis dapat lebih mendalam
lagi dalam mempelajari perkembangan peserta didik guna mendukung metode
pembelajaran kelak.
2.
Rumusan Masalah
2.1 Siapakah
peserta didik itu?
2.2 Apakah
istilah-istilah lain dari peserta didik?
2.3 Apa
hakekat peserta didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan
islam?
2.4 Apa kedudukan peserta didik dalam proses pembelajaran?
2.5 Apakah
pengertian pertumbuhan dan perkembangan?
3.
Tujuan
Tujuan dari
makalah ini adalah:
3.1 Untuk mengetahui arti peserta didik
3.2 Untuk mengetahui istilah-istilah
lain dari peserta didik
3.3 Untuk mengetahui hakikat peserta
didik dalam pandangan anthropologi maupun dalam pandangan islam
3.4 Untuk mengetahhui kedudukan peserta
didik dalam proses pembelajaran
3.5 Untuk mengetahui arti dari
pertumbuhan dan perkembangan
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Peserta Didik
Peserta
didik adalah
anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan potensi diri melalui proses
pembelajaran pada jalur pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan
nonformal, pada jenjang pendidikan dan jenis pendidikan tertentu.
Peserta didik merupakan sosok yang
membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa tumbuh dan berkembang ke arah
kedewasaan.
Dalam perspektif pedagogis, peserta
didik diartikan sebagai sejenis makhluk ‘homo educantum’, makhluk yang
menghajatkan pendidikan. Dalam pengertian ini, peserta didik dipandang sebagai
manusia yang memiliki potensi yang bersifat laten, sehingga dibutuhkan binaan
dan bimbingan untuk mengatualisasikannya agar ia dapat menjadi manusia susila
yang cakap.
Dalam perspektif psikologis, peserta
didik adalah individu yang sedang berada dalam proses pertumbuhan dan
perkembangan, baik fisik maupun psikis menurut fitrahnya masing-masing. Sebagai
individu yang tengah tumbuh dan berkembang, peserta didik memerlukan bimbingan
dan pengarahan yang konsisten menuju ke arah titk optimal kemampuan fitrahnya.
Dalam perspektif Undang-Undang
Sistem Pendidikan Nasional No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 4, “peserta didik
diartikan sebagai anggota masyarakat yang berusaha mengembangkan dirinya
melalui proses pendidikan pada jalur jenjang dan jenis pendidikan tertentu.”
Berdasarkan beberapa definisi tentang peserta didik yang disebutkan di atas
dapat disimpulkan bahwa peserta didik individu yang memiliki sejumlah
karakteristik, diantaranya:
- Peserta
didik adalah individu yang memiliki potensi fisik dan psikis yang khas,
sehingga ia merupakan insan yang unik.
- Peserta
didik adalah individu yang sedang berkembang. Artinya peserta didik tengah
mengalami perubahan-perubahan dalam dirinya secara wajar, baik yang
ditujukan kepada diri sendiri maupun yang diarahykan pada penyesuaian
dengan lingkungannya.
- Peserta
didik adalah individu yang membutuhkan bimbingan individual dan perlakuan
manusiawi.
- Peserta
didik adalah individu yang memiliki kemampuan untuk mandiri
2.
Istilah lain Peserta Didik
2.1 Siswa
Siswa/Siswi istilah
bagi peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Siswa
adalah komponen masukan dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya diproses
dalam proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai
dengan tujuan pendidikan nasional. Sebagai suatu komponen pendidikan, siswa
dapat ditinjau dari berbagai pendekatan, antara lain: pendekatan sosial,
pendekatan psikologis, dan pendekatan edukatif/pedagogis.
2.2 Mahasiswa
Mahasiswa/Mahasiswi istilah
umum bagi peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi yaitu perguruan
tinggi ataupun sekolah tinggi.
2.3 Warga Belajar
Warga belajar istilah bagi peserta didik
yang mengikuti jalur pendidikan nonformal. Misalnya seperti warga belajar
pendidikan keaksaraan fungsional.
2.4 Pelajar
Pelajar adalah
istilah lain yang digunakan bagi peserta didik yang mengikuti pendidikan formal
tingkat dasar maupun pendidikan formal tingkat menengah.
2.5 Murid
Murid istilah lain peserta didik.
2.6 Santri
Santri adalah
istilah bagi peserta didik suatu pesantren atau sekolah-sekolah salafiyah yang
sangat mempunyai potensi.
3.
Pandangan Anthropologi tentang Peserta Didik
Pandangan
lama mengatakan bahwa manusia adalah primat, artinya kerabat kera besar,
simpanse dan gorila yang telah mengalami evolusi. Sedang pandangan baru
mengatakan bahwa peserta didik adalah homosapien, artinya makhluk hidup yang
telah mengalami evolusi paling sempurna.
Dari
tinjauan Anthopologi hakekat peserta didik dapat ditafsirkan sebagai berikut:
1. Peserta didik sebagai makhluk yang
bermasyarakat dan dapat dimasyarakatkan.
2. Peserta didik sebagai organism yang harus ditolong,
sebab pada waktu lahir dia dalam kondsi yang lemah.
Imran Manan
(1989: 12-13) menjelaskan bahwa dari dimensi Anthropologi peserta didik dapat
dijelaskan dari tiga dimensi:
Pertama,
peserta didik adalah makhluk social yang hidup bersama-sama.
Kedua,
peserta didik dipandang sebagai individualistis, yakni mampu menampilkan
kepribadian yang khas yang berbeda dengan individu yang lain.
Ketiga,
peserta didik dipandang memiliki moralitas.
4.
Pandangan Islam tentang Peserta Didik
Islam
menjelaskan bahwa manusia (peserta didik) adalah makhluk Allah swt sesuai
firman-Nya dalam Al-Qur’an surat At-Tin : 4
“Sesungguhnya
Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Manusia
dibekali potensi berupa fitrah kecenderungan jahat dan kecenderungan baik
sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an surat Asy-Syams : 8
“Maka
Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.”
Agar dapat
menjalankan fungsinya selain dibekali dengan kodrat tersebut juga dibekali
akal, pikiran, nafsu. Dalam banyak ayat peserta didik berpotensi untuk
diperlakukan sebagai subjek didik yang harus dididik, hal tersebut dijelaskan
dalam surat Al-Anbiya’ : 12-17 dan juga surat Al-A’raf : 179.
Beberapa
sebutan manusia dalam Al-Qur’an antara lain Al-Basyr, An-Nas, Abdullah,
Kholifah fil Ard.
5.
Kedudukan Peserta Didik dalam Pembelajaran
Dalam
pembelajaran, peserta didik dapat dipandang sebagai objek didik, subjek didik,
dan sebagai subjek dan objek didik sekaligus.
Dalam
pandangan konvensional, peserta didik dipandang sebagai objek didik, ialah
sebagai wadah yang harus diisi dengan pengetahuan, dan ketrampilan. Peserta
didik diperlakukan pasif, ia harus menereima semua yang diberikan guru.
Dalam
pandangan modern, peserta didik dipandang sebagai subjek yang memiliki potensi
tersendiri, ia aktif mengembangkan potensinya, ia merespon, bertanya dan
menanggapi keterangan guru pada saat berlangsungnya pembelajaran. Guru
berfungsi sebagai fasilitator, menciptakan kondisi sedemikian rupa sehingga
peserta didik terjadi proses belajar.
6.
Ciri Khas Peserta Didik
Ciri khas
peserta didik adalah:
6.1 Sebagai individu yang memiliki
potensi fisik dan psikis
6.2 Sebagai individu yang sedang
berkembang baik potensi fisik maupun psikis
6.3 Dalam pengembangan potensi tersebut
peserta didik membutuhkan bantuan orang lain
6.4 Memiliki kemampuan untuk mandiri.
7.
Kebutuhan
Peserta Didik
Tingkah laku
individu merupakan perwujudan dari dorongan untuk memenuhi
kebutuhan-kebutuhannya. Kebutuhan-kebutuhan ini merupakan inti kodrat manusia.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa kegiatan sekolah pada prinsipnya juga
merupakan manifestasi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan individu tersebut. Oleh
sebab itu, seorang guru perlu mengenal dan memahami tingkat kebutuhan peserta
didiknya, sehingga dapat membantu dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan mereka
melalui berbagai aktivitas kependidikan, termasuk aktivitas pembelajaran. Di
samping itu, dengan mengenal kebutuhan-kebutuhan peserta didik, guru dapat
memberikan pelajaran setepat mungkin, sesuai dengan kebutuhan peserta didiknya.
Berikut ini
disebutkan beberapa kebutuhan peserta didik yang perlu mendapat perhatian dari
guru, di antaranya:
7.1
Kebutuhan jasmaniah
Sesuai dengan teori kebutuhan
menurut Maslow, kebutuhan jasmaniah merupakan kebutuhan dasar setiap manusia
yang bersifat instinktif dan tidak dipengaruhi oleh lingkungan dan pendidikan.
Kebutuhan-kebutuhan jasmaniah peserta didik yang perlu mendapat perhatian dari
guru di sekolah antara lain: makan, minum, pakaian, oksigen, istirahat,
kesehatan jasmani, gerak-gerak jasmani, serta terhindar dari berbagai ancaman.
Apabila kebutuhan jasmaniah ini tidak terpenuhi, di samping mempengaruhi
pembentukan pribadi dan perkembangn psikososial peserta didik, juga akan sangat
berpengaruh terhadap proses belajar mengajar di sekolah.
Untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan
jasmaniah peserta didik ini, sekolah melakukan upaya-upaya seperti:
- Memberikan
pemahaman terhadap peserta didik tentang pentingnya pola hidup sehat dan
teratur
- Menanamkan
kesadaran kepada peserta didik untuk mengonsumsi makanan-makanan yang
mengandung gizi dan vitamin tinggi
- Memberi
kesempatan kepada peserta didik untuk beristirahat
- Memberikan
pendidikan jasmani dan latihan-latihan fisik seperti olahraga.
- Menyediakan
berbagai sarana di lingkungan sekolah yang memungkinkan peserta didik
dapat bergerak bebas, bermain, berolahraga, dan sebagainya
- Merancang
bangunan sekolha sedemikian rupa dengan memperhatikan pencahayaan,
sirkulasi udara, suhu, dan dan sebagainya, yang memungkinkan peserta didik
dapat belajar dengan nyaman
- Mengatur
tempat duduk peserta didik di dalam kelas sesuai dengan kondisi fisik
mereka masing-masing.
7.2
Kebutuhan akan rasa aman
Rasa aman
merupakan suatu kebutuhan yang sangat penting bagi kehidupan peserta didik,
terutama rasa aman di dalam kelas dan sekolah. Setiap siswa yang datang ke
sekolah sangat mendambakan suasana sekolah atau kelas yang aman, nyaman, dan
teratur, serta terhindar dari kebisingan dan berbagai situasi yang mengancam.
Hilangnya rasa aman di kalangan peserta didik juga dapat menyebabkan rusaknya
hubungan interpersonalnya dengan orang lain, membangkitkan rasa benci terhadap
orang-orang yang menjadi penyebab hilangnya rasa aman dalam dirinya. Lebih dari
itu, perasaan tidak aman juga akan mempengaruhi motivasi belajar siswa di
sekolah.
7.3
Kebutuhan akan kasih sayang
Semua
peserta didik sangat membutuhkan kasih sayang, baik dari orangtua, guru,
teman-teman sekolah, dan dari orang-orang yang berada di sekitarnya. Peserta
didik yang mendapatkan kasih saying akan senang, betah, dan bahagia berada di dalam
kelas, serta memiliki motivasi untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan
belajar mengajar. Sebaliknya, peserta didik yang merasa kurang mendapatkan
kasih sayang akan merasa terisolasi, rendah diri, merasa tidak nyaman, sedih,
gelisah, bahkan mungkin akan mengalami kesulitan belajar, serta memicu
munculnya tingkah laku maladaptif. Kondisi demikian pada gilirannya akan
melemahkan motivasi belajar mereka.
7.4
Kebutuhan akan penghargaan
Kebutuhan
akan penghargaan terlihat dari kecenderungan peserta didik untuk diakui dan
diperlakukan sebagai orang yang berharga diri. Mereka ingin memiliki sesuatu,
ingin dikenal dan ingin diakui keberadaaannya di tengah-tengah orang lain.
Mereka yang dihargai akan merasa bangga dengan dirinya dan gembira, pandangan
dan sikap mereka terhadap dirinya dan orang lain akanpositif. Sebaliknya,
apabila peserta didik merasa diremehkan, kurang diperhatikan, atau tidak kurang
mendapat tanggapan yang positif atas sesuatu yang dikerjakannya, maka sikapnya
terhadap dirinya dan lingkungannya menjadi negatif.
Oleh sebab
itu, untuk menumbuhkan rasa berharga di kalangan peserta didik, guru dituntut
untuk:
- Menghargai
anak sebagai pribadi yang utuh
- Menghargai
pendapat dan pilihan siswa
- Menerima
kondisi siswa apa adanya serta menempatkan mereka dalam kelompok secara
tepat berdasarkan pilihan masing-masing, tanpa adanya paksaan dari guru.
- Dalam
proses pembelajaran, guru harus menunjukkan kemampuan secara maksimal dan
penuh percaya diri di hadapan peserta didiknya
- Secara
terus-menerus guru harus mengembangkan konsep diri siswa yang positif,
menyadarkan siswa akan kelebihan dan kekurangan yang dimiliknya
- Memberikan
penilaian terhadap siswa secara objektif berdasarkan pertimbangan
kuantitatif dan kualitatif. Artinya, guru harus mampu menilai perkembangan
diri peserta didik secara menyeluruh dan bersifat psikologis, tidak
semata-mata bersifat matematis
7.5
Kebutuhan akan rasa bebas
Peserta
didik juga memiliki kebutuhan untuk merasa bebas, terhindar dari
kungkungan-kungkungan dan ikatan-ikatan tertentu. Peserta didik yang merasa
tidak bebas mengungkapkan apa yang terasa dalam hatinya atau tidak bebas
melakukan apa yang diinginkannya, akan mengalami frustasi, merasa tertekan,
konflik dan sebagainya. Oleh sebab itu, guru harus memberikan kebebasan kepada peserta
didik dalam batas-bataa kewajaran dan tidak membahayakan. Mereka harus diberi
kesempatan dan bantuan secara memadai untuk mendapatkan kebebasan.
7.6
Kebutuhan akan rasa sukses
Peserta
didik menginginkan agar setiap usaha yang dilakukannya di sekolah, terutama
dalam bidang akademis berhasil dengan baik. Peserta didik akan merasa senang
dan puas apabila pekerjaan yang dilakukannya berhasil, dan merasa kecewa
apabila tidak berhasil. Ini menunjukkan bahwa rasa sukses merupakan salah satu
kebutuhan pokok bagi peserta didik. Untuk itu, guru harus mendorong peserta
didiknya untuk mencapai keberhasilan dan prestasi yang tinggi, serta memberikan
penghargaan atas prestasi yang dicapai, betapapun kecilnya, baik berupa
ungkapan verbal maupun melalui ungkapan non-verbal.
Penghargaan
yang tulus dari seorang guru akan menumbuhkan perasaan sukses dalam diri siswa,
serta dapat mengembangkan sikap dan motivasi yang tinggi untuk terus berjuang
mencapai kesuksesan. Kalaupun terdapat peserta didik yang gagal tetap perlu
diberi penghargaan atas segala kemauan, semangat, dan keberaniannya dalam
melakukan suatu aktivitas. Guru harus menghindari komentar-komentar ynag
bernada negative atau menampakkan sikap tidak puas terhadap mereka yang gagal.
Komentar-komentar negatif atau sikap tidak puas guru akan membuat peserta didik
kehilangan kepercayaan diri, merasa tidak berharga dan putus asa.
7.7
Kebutuhan akan agama
Sejak lahir,
manusia telah membutuhkan agama. Ynag dimaksud agama dalam kehidupan adalh iman
yang diyakini oleh pikiran, diresapkan oleh perasaan dan dilaksanakan dalam
tindakan, perbuatan, perkataan dan sikap.
Kebutuhan
peserta didik khususnya yang beranjak remaja kadang-kadang tidak dapat
dipenuhii apabila telah berhadapan dengan agama, nilai-nilai sosial dan adat
kebiasaan, terutama apabila pertumbuhan sosialnya telah matang, yang seringkali
menguasai pikirannya. Pertentangan tersebut semakin mempertajam keadaan bila
reaja tersebut berhadapan dengan berbagi situai, misalnya film di televise
maupun di layar lebar yang menayangkan adegan-adegan tidak sopan, mode pakaian
yang seronok, buku-buku bacaan serta Koran yang sering menyajikan gambar yang
tidak mengindahkan kaidah-kaidah moral dan agama. Semuanya itu menyebabkan
kebingungan bagi remaja yang tidak mempunyai dasar keagamaan dan keimanan. Oleh
sebab itu, sangat penting dilaksanakan penanaman nilai-nilai moral dan agama
serta nilai-nilai social dan akhlak kepada manusia khususnya bagi remaja sejak
usia dini.
Remaja dalam
perkembangannya akan menemui banyak hal yang dilarang oleh ajaran agama yang
dianutnya. Hal ini akan menjadikan pertentangan antara pengetahuan dan
keyakinan yang diperoleh dengan praktek masyarakat di lingkungannya. Oleh sebab
itu pada situasi yang demikian ini peranan orangtua, guru maupun ulama sangat diperlukan.
8.
Karakteristik Perkembangan Peserta
Didik (Masa Remaja)
Masa remaja (12-21 tahun) merupakan masa peralihan
antara masa kehidupan anak-anak dan masa kehidupan orang yang dewasa. Masa
remaja sering dikenal denga masa pencarian jati diri (ego identity). Masa
remaja ditandai dengan sejumlah karakteristik penting, yaitu:
8.1
Mencapai
hubungan yang matang dengan teman sebaya
8.2
Dapat
menerima dan belajar peran sosial sebagi pria atau wanita dewasa yang
menjunjung tinggi oleh masyarakat
8.3
Menerima
keadaan fisik dan mampu menggunakannya secara efektif
8.4
Mencapai
kemandirian emosional dari orangtua dan orang dewasa lainnya
8.5
Memilih dan
mempersiapkan karier di masa depan sesuai dengan minat dan kemampuannya
8.6
Mengembangkan
sikap positif terhadap pernikahan, hidup berkeluarga dan memiliki anak
8.7
Mengembangkan
keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagi warga Negara
8.8
Mencapai
tingkah laku yang bertanggung jawab secara sosial
8.9
Memperoleh
seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman dalam bertingkah laku
8.10
Mengembangkan
wawasan keagamaan dan meningkatkan religiusitas
Berbagai karakteristik perkembangan masa remaja
tersebut menuntut adanya pelayanan pendidikan yang mampu memenuhi kebutuhannya.
Hal ini dapat dilakukan guru, di antaranya:
- Memberikan
pengetahuan dan pemahaman tentang kesehatan reproduksi, bahaya
penyimpangan seksual dan penyalahgunaan narkotika
- Membantu
siswa mengembangkan sikap apresiatif terhadap postur tubuh atau kondidi
dirinya
- Menyediakan
fasilitas yang memungkinkan siwa mengembangkan keterampilan yang sesuai
dengan minat dan bakatnya, seperti sarana olahraga, kesenian, dan
sebagainya
- Memberikan
pelatihan untuk mengembangkan keterampilan memecahkan masalah dan
mengambil keputusan
- Melatih
siswa mengembangkan resiliensi, kemampuan bertahan dalam kondisi sulit dan
penuh godaan
- Menerapkan
model pembelajaran yang memungkinkan siswa untuk berpikir kritis,
reflektif, dan positif
- Membantu
siswa mengembangkan etos kerja yang tinggi dan sikap wiraswasta
- Memupuk
semangat keberagaman siswa melalui pembelajaran agama terbuka dan lebih
toleran
- Menjalin
hubungan yang harmonis dengan siswa, dan bersedia mendengarkan segala
keluhan dan problem yang dihadapinya.
9.
Pentingnya Memahami Peserta Didik
Pentingnya Pemahaman Guru Mengenai Peserta Didik diantaranya
adalah :
9.1 Dengan memahami peserta didik,
seorang guru akan dapat memberikan harapan yang realistis terhadap anak dan
remaja. Ini adalah penting, karena jika terlalu banyak yang diharapkan pada
anak usia tertentu, anak mungkin akan mengembangkan perasaan tidak mampu jika
ia tidak mencapai standar yang ditetapkan orangtua dan guru. Sebaliknya, jika
terlalu sedikit yang diharapkan dari mereka, mereka akan kehilangan rangsangan
untuk lebih mengembangkan kemampuannya.
9.2 Dengan memahami peserta didik, Guru
akan lebih mudah dalam memberikan respons yang tepat terhadap perilaku tertentu
seorang anak.
9.3 Dengan memahami peserta didik, Guru
akan lebih mudah dalam mengenali kapan perkembangan normal yang sesungguhnya
dimulai, sehingga guru dapat mempersiapkan anak menghadapi perubahan yang akan
terjadi pada tubuh, perhatian dan perilakunya.
9.4 Dengan memahami peserta didik, Guru
akan lebih mudah dalam memberikan bimbingan belajar yang tepat pada peserta
didik.
10.
Pengertian Pertumbuhan dan
Perkembangan
Pengertian pertumbuhan menurut
Drs. H. M. Arifin, M.Ed, pertumbuhan merupakan suatu penambahan dalam ukuran
bentuk, berat atau ukuran dimensif serta bagian-bagiannya. Dalam pengertian
tersebut dapat kita ambil gagasan bahwa manusia dikatakan mengalami pertumbuhan
jika dalam dirinya terjadi penambahan fisik, misalnya bertambah tingginya tubuh
individu, penambahan berat badan dan ukuran bentuk dari bagian-bagian tubuh
individu. Hal ini menandakan bahwa pertumbuhan bersifat kuantitatif.
Selanjutnya, Santrock Yussen (1992)
mengatakan bahwa perkembangan merupakan pola perkembangan individu yang berawal
pada masa konsepsi dan terus berlanjut sepanjang hayat dan bersifat involusi.
Pendapat ini sangat tepat untuk menjelaskan pengertian perkembangan. Manusia
berkembang tidak hanya dari masa kelahiran saja tetapi dari masa konsepsi
manusia sudah mulai berkembang. Masa konsepsi mempunyai arti
waktu dimana sel telur (ovum) bertemu sperma. Pada saat itu pula manusia
berkembang hingga mempunyai bagian-bagian tubuh yang lengkap. Perkembangan
manusia akan terus berlanjut sampai saat pengambilan ruh tiba. Semua makhluk
Tuhan tidak akan tahu kapan perkembangan dalam dirinya itu terhenti.
Menurut E.B Hurlock perkembangan bersifat kualitatif dan kuantitatif,
artinya proses perkembangan ada yang dapat diukur dan adapula yang tidak dapat
diukur. Misalnya perkembangan otak manusia tidak dapat kita lihat proses
perkembangannya, yang kita lihat adalah gejala-gejalanya.
Sekarang kita tahu perbedaan perkembangan dan pertumbuhan, dimana keduanya
merupakan bentuk perubahan dalam diri individu. Dalam pengertian yang kita kemukakan di depan
perkembangan manusia bersifat kualitatif. Intinya bahwa pengertian pertumbuhan
dapat mencakup pengertian perkembangan, namun pengertian perkembangan tidak
semuanya diartikan dalam petumbuhan.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
1.
Kesimpulan
Peserta
didik dalam pandangan pembelajaran merupakan objek didik, subjek didik, dan
dapat sebagai keduanya objek dan subjek didik. Sedangakan dalam pandangan
konvensional, peserta didik dipandang sebagai objek didik. Peserta didik
memiliki ciri khas dan kebutuhan tersendiri. Dengan demikian, pendidik harus
mampu memahami ciri, karakteristik, dan kebutuhan setiap peserta didik.
Perkembangan mempunyai arti suatu
proses perubahan individu yang pelaksanaannya teratur berawal dari masa
konsepsi dan berlangsung sampai akhir hayat. Sedangkan pertumbuhan merupakan
proses perubahan individu secara fisik. Perkembangan dan pertumbuhan pada diri
individu dapat diamati gejala-gejalanya. Persamaan perkembangan
dan pertumbuhan, dimana keduanya merupakan bentuk perubahan dalam diri
individu. Pengertian
pertumbuhan dapat mencakup pengertian perkembangan, namun pengertian
perkembangan tidak semuanya diartikan dalam petumbuhan.
2.
Saran
Kami menyadari
makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami meminta kritik
dan saran yang membangun demi kesempurnaan makalah ini ke depannya. Penulis
juga berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca umumnya.
DAFTAR
PUSTAKA
Ikhsan,
muhammad. 2013. Makalah Perkembangan
Peserta Didik. __________Online.(http://aboutmuhammadikhsan.blogspot.com/2013/04/makalah-__________perkembangan-peserta-didik-ppd_28.html, diakses 29
Januari 2014).
Anonim. Peserta Didik. Online.(http://id.wikipedia.org/wiki/Peserta_didik , diakses 17 Januari 2014)
Anonim. 2013. Proses Memahami Peserta Didik. Online.
_______(http://makalahmajannaii.blogspot.com/2013/04/proses-memahami-peserta-didik.html ,______diakses 17 januari 2014).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar